<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7163119078686342263</id><updated>2011-04-21T15:42:53.504-07:00</updated><title type='text'>cardcapter sakura</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://4yo3c4ntiq.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7163119078686342263/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://4yo3c4ntiq.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Ayu Puspitasari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01202664393731627581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>4</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7163119078686342263.post-8178220304961664816</id><published>2007-10-30T19:29:00.000-07:00</published><updated>2007-10-30T19:35:47.162-07:00</updated><title type='text'>Cerpenku</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jalan Hidup Seorang Bayu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Cerpen Karya Ayu Puspitasari&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Berjalan tergesa-gesa menelusuri koridor sekolah yang sepinya bukan main dan tanpa sengaja…. Bukk! Tabrakan dengan gadis cantik satu sekolah pun tak terhindarkan.&lt;br /&gt; “Sorry ya, aku nggak sengaja!” kata Bayu.&lt;br /&gt; “Nggak pa-pa kok! Perlu dibantuin nggak! O ya nama kamu siapa?” kata si gadis menawarkan bantuannya.&lt;br /&gt; “Nggak usah deh, nanti ngrepotin kamu! O ya namaku Bayu, kalo kamu?” tanya Bayu.&lt;br /&gt; “Namaku Rani.” jawab Rani.&lt;br /&gt; “Sudah dulu ya, aku lagi buru-buru nih!” kata Bayu.&lt;br /&gt;Dengan perasaan bersalah campur bahagia, Bayu meninggalkan Rani sendirian di koridor dan melanjutkan perjalanannya menuju perpustakaan.&lt;br /&gt; Teng…teng…teng&lt;br /&gt;Bel tanda masuk kelas pun berbunyi dengan nyaringnya dan ini tanda bahwa Bayu harus segera pergi menuju kelasnya. Sesampainya dikelas, ternyata tak ada seorang guru pun yang mengajar dan ini kesempatan bagi Bayu untuk kembali ke perpustakaan dan belajar dengan giat di sana. Lagipula dia termasuk murid kelas akselerasi sehingga harus giat belajar.&lt;br /&gt;Tiga jam telah berlalu dan bel tanda pelajaran berakhir pun telah berbunyi. Bayu pun bergegas merapikan buku-bukunya agar bisa segera pulang ke rumah. Sesampainya dirumah, hanya kegiatan yang membosankan saja yang dia lakukan. Baca buku, ngerjakan tugas, dengerin radio, dan lain-lain. Pokoknya nggak menarik deh.&lt;br /&gt;Keesokan harinya di sekolah, Bayu bertemu lagi dengan Rani dan ini merupakan pertemuan mereka yang kedua semenjak kejadian tabrakan di koridor kemarin siang.&lt;br /&gt; “Hai Bayu, gimana kabar nih?” tanya Rani.&lt;br /&gt; “Baik kok, kalo kamu sendiri gimana?” tanya Bayu.&lt;br /&gt; “Baik juga kok! O ya Bayu, kamu kan pinter, anak kelas akselerasi pula, mau nggak ngajarin aku pelajaran kimia?” tanya Rani.&lt;br /&gt; “Boleh! Trus kapan nih aku harus ngajarin kamu?” tanya Bayu.&lt;br /&gt; “Kalo besok, kamu bisa?” tanya Rani lagi.&lt;br /&gt; “Bisa kok, nggak masalah!” jawab Bayu.&lt;br /&gt; “Makasih ya, Bayu!” kata Rani.&lt;br /&gt;Keesokan harinya Bayu pergi ke rumahnya Rani dan belajar bareng di sana. Kegiatan belajar bareng ini terus berlangsung hingga ujian akhir bagi Bayu tiba. Dan selama mereka belajar bareng, rasa sayang diantara mereka berdua tumbuh secara perlahan.&lt;br /&gt; “O ya, Ran! Abis gini kan aku lulus dan sebelum aku lulus, kamu mau nggak jadi pacarku?” tanya Bayu.&lt;br /&gt; “Ehm…iya deh, kan aku juga sayang ma kamu!” jawab Rani.&lt;br /&gt; “Makasih ya!” kata Bayu.&lt;br /&gt;Ujian pun mulai berlangsung, dan Bayu juga sedang menjalani ujian itu dengan seriusnya. Tak berapa lama, hasil ujian diumumkan pada semua murid kelas tiga dan Bayu mendapatkan hasil yang sangat memuaskan. Karena sudah lulus SMA, Bayu pun ingin melanjutkan kuliah ke salah satu Universitas di Surabaya. Bayu di terima di ITS jurusan Teknik Kimia dan ini membuatnya sangat senang. Dengan semua kejadian menyenangkan yang dia alami, Bayu ingin mengajak pacarnya bejalan-jalan dengan sepeda motor mengelilingi kota Surabaya. Tapi kejadian yang tak di duga terjadi, kecelakaan menimpa Bayu dan Rani ketika mereka sedang bejalan-jalan mengelilingi kota Surabaya. Brruuak…! sebuah mobil Tronton menabrak mereka berdua. Kecelakaan ini menewaskan sang gadis “Rani” sedangkan Bayu tak mengalami luka sedikit pun.&lt;br /&gt; “Rani…..bangun Rani!” teriak Bayu.&lt;br /&gt;Tapi tak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulut Rani yang sedang sekarat. Dengan perasaan bersalah, Bayu menggendong Rani dan membawanya pulang ke rumah Rani. Sesampainya di sana, hanya caci maki yang diterima oleh Bayu akibat kejadian itu. Karena rasa bersalah yang terlalu mendalam, Bayu pergi ke Jakarta dan hidup sebagai “pemakai”. Ketika dia sedang tak sadarkan diri karena obat-obatan dan minunam keras itu, sebuah belati telah mengukuir sebuah nama pacarnya di lengan kirinya dan karena hal itu dia hampir menuju kematiannya. Temen-temannya sesama “pemakai” melihat tangan Bayu yang berlumuran darah kaget tak terkira dan mereka segera melakukan pertolongan pertama pada diri Bayu.&lt;br /&gt;Hingga beberapa lama dia menjadi seorang “pemakai” tapi di suatu ketika dia sadar dan kembali pada jalan yang benar, hidup sebagai orang normal dan jauh dari NARKOBA, dan dia kembali ke kota Surabaya melanjutkan kuliahnya yang sudah tebengkalai beberapa lama. Sesampainya di Surabaya, dia tak langsung kuliah melainkan mencari pekerjaan dahulu karena dia sudah tak punya uang lagi. Berbekal pengalaman yang pas-pasan, dia melamar pekerjaan sebagai penjaga warnet. Di warnet itulah Bayu bertemu teman baru, salah satunya Rere dan Sari. Pertemuan antara Bayu dan Rere berjalan lancar saja tapi pertemuan antara Bayu dan Sari di awali dengan penolakan kue yang di berikan pada Bayu.&lt;br /&gt;“Lho, Rere ma Sari abis bikin kue ya!” sapa anak-anak penjaga warnet kecuali si Bayu karena dia orang baru di situ jadi nggak kenal ma mereka berdua.&lt;br /&gt; “Iya, mas-masnya mau?” tanya mereka berdua.&lt;br /&gt;Si Rere menawarkan kuenya kepada Mas Udin sedangkan Sari menawarkan pada Bayu sekalian mau berkenalan dengan dia. Tapi apa yang di dapat oleh Sari.&lt;br /&gt; “Ehm…kamu mau kue nggak?” tanya Sari pada Bayu.&lt;br /&gt; “Ah kue kayak gitu aja, nggak level ma aku!” jawab Bayu.&lt;br /&gt; “Mas Udin mau?” tanya Sari.&lt;br /&gt; “Boleh, aku ambil satu ya?” jawab Mas Udin.&lt;br /&gt; “Yuk Re, kita pulang aku males di sini ada orang yang sombongnya bukan main!” ajak Sari pada Rere.&lt;br /&gt;Keesokan harinya Sari dan Rere datang lagi ke warnet tempat Bayu bekerja, tapi ketika Rere asyik chatting Bayu kabingungan melihat Sari yang sinis kalo lagi lihat wajah Bayu dan tiba-tiba Bayu bertanya pada Sari.&lt;br /&gt; “Kenapa kamu kok sinis kalo lihat aku?” tanya Bayu pada Sari.&lt;br /&gt; “Itu salah kamu sendiri yang menghina kue masakanku kemarin!” jawab Sari.&lt;br /&gt; “Kapan, aku kok lupa ya!” kata Bayu.&lt;br /&gt; “Lupa! Aku nggak bakalan lupa sama kata-katamu yang bilang bahwa kue masakanku nggak level ma kamu!” kata Sari.&lt;br /&gt; “Oh yang itu, maaf kemarin aku sakit gigi!” kata Bayu.&lt;br /&gt; “Kalo sakit kenapa nggak bilang aja, nggak usah menghina gitu!” kata Sari.&lt;br /&gt; “Maafin aku ya!” pinta Bayu.&lt;br /&gt; “Ya udah deh nggak usah dipikirin!” jawab Sari.&lt;br /&gt; “Makasih ya! O ya nama kamu siapa?” tanya Bayu.&lt;br /&gt; “Namaku Sari, kalo kamu?” tanya Sari.&lt;br /&gt; “Namaku Bayu.” jawab Bayu.&lt;br /&gt;Setelah beberapa hari Sari main ke warnet tempat Bayu bekerja, Sari jadi makin deket sama Bayu dan Sari sudah mengganggapnya sebagai kakaknya begitu juga sebaliknya.&lt;br /&gt;Pada suatu waktu, Bayu memutuskan untuk pindah kerja. Dia ingin melamar sebagai pegawai di salah satu minimarket di Surabaya. Dan lamaran kerja yang dia ajukan di terima sehingga dia harus segera pindah kerja. Dia di tempatkan di minimarket di daerah Ketintang dan minimal dua kali dalam sebulan dia datang ke warnet tempat dia bekerja dulu sekalian bantu-bantu di sana karena di warnet itu masih kekurangan pegawai. Sudah cukup lama sejak dia pindah ke tempat kerja yang baru, dan Sari hanya bisa menyapanya lewat sms-sms yang selalu dikirimnya buat Bayu.&lt;br /&gt;Kira-kira seminggu yang lalu, Bayu datang ke warnet tempat kerjanya yang dulu. Sari sebagai temen yang care banget ma Bayu nggak bisa bertemu sama dia karena Sari masih ada di rumah orang tuanya di Sidoarjo dan hanya Rere yang bisa menemuinya. Setelah Sari kembali ke Surabaya, dia langsung bertanya tentang keadaan Bayu kepada Rere.&lt;br /&gt; “Eh, Re! Gimana keadaannya si Bayu sekarang?” tanya Sari.&lt;br /&gt; “Baik-baik aja kok, Sar!” jawab Rere.&lt;br /&gt; “Syukur deh kalo gitu, aku takut kalo dia sakit lagi!” kata Sari.&lt;br /&gt; “Jangan khawatir, dia sehat-sehat aja kok!” kata Rere.&lt;br /&gt; “O ya dia tambah kurus atau tambah gemuk?” tanya Sari.&lt;br /&gt; “Tambah kurus tuh!” jawab Rere.&lt;br /&gt; “O ya, Sar! Bayu bilang kalo dia mau pindah agama tuh!’ kata Rere.&lt;br /&gt; “Hah…aku nggak salah denger kan, Re!” teriak Sari.&lt;br /&gt; “Nggak…kamu ngggak salah denger kok!” Rere balas teriak.&lt;br /&gt;Pada saat itu juga, Sari sms Bayu dan menanyakan tentang cerita yang di sampaikan oleh Rere, tapi sms dari Sari nggak ada satupun yang di balas oleh Bayu. Esoknya Sari sengaja beli pulsa agar Sari bisa langsung telpon Bayu dan menanyakan pernyataan yang di sampaikan oleh Rere.&lt;br /&gt; “Hallo…ini Bayu ya?” tanya Sari dari ponselnya.&lt;br /&gt; “Iya…ada apa, Sar? Tumben telpon!” jawab Bayu di seberang.&lt;br /&gt; “Gimana kabar nih?” tanya Sari.&lt;br /&gt; “Baik kok!” jawab Bayu.&lt;br /&gt; “Ehm…Bayu apa bener kamu mau pindah agama?” tanya Sari.&lt;br /&gt; “Emangnya kenapa?” Bayu balik bertanya.&lt;br /&gt; “Aku bakalan kecewa banget kalo kamu sampai pindah agama, jadi kamu jangan pindah agama ya?” pinta Sari.&lt;br /&gt; “Aku nggak jadi pindah agama kok,Sar!”jawab Bayu.&lt;br /&gt; “Syukur deh! Aku seneng lho banget ngedengernya, ya udah sampai ketemu di lain waktu!” kata Sari.&lt;br /&gt; “Oke… sampai ketemu di lain waktu!” balas Bayu.&lt;br /&gt;Pembicaraan antara Bayu dan Sari akhirnya terhenti juga. Kini perasaan Sari sudah mulai tenang karena telah mendengar bahwa Bayu tak jadi pindah agama. Semua perkiraan jelek telah terhapus dari pikiran Sari. Kini Sari hanya bisa berpikir haruskah jalan hidup seorang Bayu serumit rumus matematika yang baru di pelajari Sari kemarin. Dan haruskah Bayu menerima jalan hidup yang rumit ini. Semoga Bayu bisa menjalani hidup ini dengan baik tanpa ada halangan apapun dan semoga dia mendapat seorang kekasih hati sebaik dan secantik Rani. Inilah jalan hidup seorang Bayu yang rumit dan penuh dengan liku-liku.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7163119078686342263-8178220304961664816?l=4yo3c4ntiq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://4yo3c4ntiq.blogspot.com/feeds/8178220304961664816/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7163119078686342263&amp;postID=8178220304961664816' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7163119078686342263/posts/default/8178220304961664816'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7163119078686342263/posts/default/8178220304961664816'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://4yo3c4ntiq.blogspot.com/2007/10/cerpenku.html' title='Cerpenku'/><author><name>Ayu Puspitasari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01202664393731627581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7163119078686342263.post-3212976941269158599</id><published>2007-09-30T20:15:00.000-07:00</published><updated>2007-09-30T20:19:19.683-07:00</updated><title type='text'>Lagu Koreaku</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;HOWL - Miracle (OST Prince Hours)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;geu ryuh bwah sang sang hae bwah~&lt;br /&gt;oo ree yae gah seum sohk eh soom uh eet jah nah&lt;br /&gt;ee jeh yung wuhn hee noon boo shee geh nahl ah gah neun&lt;br /&gt;juh byuhl ae~ HOH~ mah buh beul mee duh~&lt;br /&gt;sah rahm deul sohk eh suh~ hweep sseul lyuh gah neun~&lt;br /&gt;uhl gool deu ree moh doo gah tah boh yuh&lt;br /&gt;jee geum nae gah eet neun~ ee shee gahn ee~&lt;br /&gt;uh deen jee doh moh reu geh dwae&lt;br /&gt;hah jee mahn noon eul gahm goh&lt;br /&gt;gwee reul gee ool yuh bwah&lt;br /&gt;gee reul ee ruh doh hah neul eh suh sohk sahk ee neun&lt;br /&gt;byuhl ae mohk soh reel chah jah bwah… (OH YEAH~)&lt;br /&gt;geu ryuh bwah sang sang hae bwah~&lt;br /&gt;oo ree yae gah seum sohk eh soom uh eet jah nah&lt;br /&gt;ee jeh yung wuhn hee noon boo shee geh nahl ah gah neun&lt;br /&gt;juh byuhl eh~ HOH~ soh wuh neul bee ruh&lt;br /&gt;ee guhn ah nee rah goh~ nahl dah geu chyuh doh~&lt;br /&gt;uhn jeh nah nahn noo goo ae tah seul hae&lt;br /&gt;jee geum ee ruhn guh shee~ oo ree deul ee~&lt;br /&gt;kkoom kkoo duhn geu guhn ah nee jah nah&lt;br /&gt;hee mang yae soot jah mahn keum&lt;br /&gt;sheel mang doh neul geht jee mahn&lt;br /&gt;geu rae doh oo ree nae ee reul saeng gahk hae boh myuhn&lt;br /&gt;mool luh suhl soo neun uhp jah nah… (OH NO~~)&lt;br /&gt;geu ryuh bwah sang sang hae bwah~&lt;br /&gt;oo ree yae gah seum sohk eh soom uh eet jah nah&lt;br /&gt;ee jeh yung wuhn hee noon boo shee geh nahl ah gah neun&lt;br /&gt;juh byuhl eh~ HOH~ soh wuh neul bee ruh&lt;br /&gt;sheel mang gwah sang chuh roh byuhn hae buh reen&lt;br /&gt;nae moh seub eul bah kkwuh gah ee jeh yah&lt;br /&gt;moh deun guht dah shee shee jahk hae~&lt;br /&gt;nae sohn eu roh geu ryuh gah nah yae kkoom deul eul…&lt;br /&gt;mee duh jwuh mah meul yuhl goh~&lt;br /&gt;joh geum eun heem deul uh doh boo dee cheel guh yah&lt;br /&gt;ee jeh dah chyuh jeen moon eul hyang hae oo ree mahn ae&lt;br /&gt;mee rae reul~ HOH~ (YEAH, YEAH, YEAH)&lt;br /&gt;geu ryuh bwah sang sang hae bwah (sang sang hae bwah bwah)&lt;br /&gt;oo ree yae gah seum sohk eh soom uh eet jah nah&lt;br /&gt;ee jeh yung wuhn hee noon boo shee geh nahl ah gah neun&lt;br /&gt;juh byuhl eh~ HOH~ soh wuh neul bee ruh…&lt;br /&gt;OOH… HOH&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7163119078686342263-3212976941269158599?l=4yo3c4ntiq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://4yo3c4ntiq.blogspot.com/feeds/3212976941269158599/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7163119078686342263&amp;postID=3212976941269158599' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7163119078686342263/posts/default/3212976941269158599'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7163119078686342263/posts/default/3212976941269158599'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://4yo3c4ntiq.blogspot.com/2007/09/lagu-koreaku.html' title='Lagu Koreaku'/><author><name>Ayu Puspitasari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01202664393731627581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7163119078686342263.post-2096609847444091220</id><published>2007-08-21T06:16:00.000-07:00</published><updated>2007-09-09T19:32:02.233-07:00</updated><title type='text'>Power Supply Unit</title><content type='html'>Mengenal Power Supply Unit (PSU)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komputer (PC) memiliki komponen yang cukup banyak. Salah satunya adalah Power Supply. Sesuai dengan namanya, Power supply unit (PSU) berfungsi untuk memasok daya ke komponen lain pada PC. Semua komponen PC (selain power supply) akan memperoleh pasokan daya dari power supply tersebut. Spesifikasi yang sering dicantumkan adalah daya maksimum total dan daya maksimum masing-masing tegangan (bisa juga arus maksimum). Nilai-nilai ini sebaiknya dicermati. Adapun tegangan yang umum disediakan oleh power supply adalah +3,3V, +5V, +12V, -5V, -12V, dan +5VSB (Standby).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis Power Supply&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dahulu jenis power supply yang sering digunakan adalah model AT. Pada model ini, kita harus menekan tombol ON/OFF pada CPU jika ingin mematikan komputer. Tapi saat ini, jenis power supply yang banyak digunakan adalah ATX karena model ini memberikan kemudahan mematikan CPU tanpa harus menekan tombol ON/OFF pada CPU, cukup dengan mengklik Shutdown.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaiknya komputer (PC) digunakan ditempat yang dingin/ber-AC dan tidak terkena sinar matahari langsung. Hal ini agar komputer kita tidak cepat panas. PSU juga membantu agar computer tidak cepat panas karena salah satu komponen pada PSU adalah kipas/fan. Nah, permasalahannya adalah seringkali PSU tidak dirawat dengan baik sehingga sering masuk debu dan kotoran lainnya. Bagaimana cara membersihkannya ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membersihkan Kipas Power Supply&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hilangkan debu yang menempel pada kipas, atau ganti kipas bila memang diperlukan. Kipas PSU (Power Supply Unit) yang tak berputar normal dapat menyebabkan PC hang. Terlalu banyak debu yang menempel bisa menjadi penyebab kipas susah berputar. Lebih parah lagi bila kipas ternyata benar-benar mati, sehingga PSU menjadi panas sekali dan PC ngadat. Rajin-rajinlah membersihkan kipas PSU, tapi kalau memang sudah rusak ya perlu diganti kipasnya dengan yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah-langkah membersihkan Power Supply Unit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah 1&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_0EzD28CyBpE/RsronsIRViI/AAAAAAAAACE/ogVcGXe56eI/s1600-h/psu1.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_0EzD28CyBpE/RsronsIRViI/AAAAAAAAACE/ogVcGXe56eI/s200/psu1.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5101145296508900898" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matikan PC, lalu bersihkan kipas PSU dari luar. Gunakan kuas untuk membersihkannya melalui lubang di belakang PC. Untuk hasil terbaik, gunakan vacuum cleaner atau penyemprot udara bertekanan. Setelah bersih, coba hidupkan lagi PC Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah 2&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_0EzD28CyBpE/RsrpXsIRVjI/AAAAAAAAACM/V4siOq3Gsm8/s1600-h/psu2.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_0EzD28CyBpE/RsrpXsIRVjI/AAAAAAAAACM/V4siOq3Gsm8/s200/psu2.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5101146121142621746" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila kipas benar-benar mati, coba lepaskan kabel power dan kabel monitor dari PC. Tentu PC juga harus dimatikan. Buka case PC, lalu copot semua konektor power yang tertancap ke motherboard dan ke komponen lain. Lepaskan baut yang mengaitkan PSU dengan case PC.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah 3&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_0EzD28CyBpE/Rsrp18IRVkI/AAAAAAAAACU/H02JzMeVSTc/s1600-h/psu3.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_0EzD28CyBpE/Rsrp18IRVkI/AAAAAAAAACU/H02JzMeVSTc/s200/psu3.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5101146640833664578" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluarkan PSU dari dudukannya di case PC dan pastikan tanganmu sigap menahannya agar tak jatuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah 4&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_0EzD28CyBpE/RsrqPcIRVlI/AAAAAAAAACc/EnkOX15zpZw/s1600-h/psu4.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_0EzD28CyBpE/RsrqPcIRVlI/AAAAAAAAACc/EnkOX15zpZw/s200/psu4.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5101147078920328786" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bongkar kotak atau case PSU. Gunakan obeng untuk membuka empat baut pengait yang ada di sisi atas case.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah 5&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_0EzD28CyBpE/RsrqtcIRVmI/AAAAAAAAACk/_76TkCh830Y/s1600-h/psu5.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_0EzD28CyBpE/RsrqtcIRVmI/AAAAAAAAACk/_76TkCh830Y/s200/psu5.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5101147594316404322" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah terbuka, bersihkan debu yang menempel di papan sirkuit elektronik dan kipas dengan menggunakan vacuum cleaner atau penyemprot udara bertekanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah 6&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_0EzD28CyBpE/RsrrNcIRVnI/AAAAAAAAACs/zwGr2jzsE6g/s1600-h/psu6.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_0EzD28CyBpE/RsrrNcIRVnI/AAAAAAAAACs/zwGr2jzsE6g/s200/psu6.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5101148144072218226" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau Anda berniat mengganti kipas tersebut, lepaskan empat baut kipas PSU dengan menggunakan obeng, lalu copot kipas dari case PSU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah 7&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_0EzD28CyBpE/RsrrncIRVoI/AAAAAAAAAC0/M5voDBMMeZM/s1600-h/psu7.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_0EzD28CyBpE/RsrrncIRVoI/AAAAAAAAAC0/M5voDBMMeZM/s200/psu7.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5101148590748817026" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buka pula keempat baut pengunci sirkuit elektronik, lalu keluarkan dari case. Bersihkan debu yang masih menempel bila memang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah 8&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_0EzD28CyBpE/RsrsSMIRVpI/AAAAAAAAAC8/QSNEqv8kh5Y/s1600-h/psu8.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_0EzD28CyBpE/RsrsSMIRVpI/AAAAAAAAAC8/QSNEqv8kh5Y/s200/psu8.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5101149325188224658" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panaskan solder, lalu lelehkan timah di sisi bawah sirkuit tersebut, tepat pada kabel power kipas. Copot kedua kabel positif dan negatif dari lubang pada sirkuit. Solder kedua kabel kipas baru ke lubang tadi. Pastikan posisi kabel tidak terbalik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah 9&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_0EzD28CyBpE/RsrtLsIRVrI/AAAAAAAAADM/78-HqSqNntk/s1600-h/psu9.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_0EzD28CyBpE/RsrtLsIRVrI/AAAAAAAAADM/78-HqSqNntk/s200/psu9.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5101150313030702770" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasang kembali sirkuit elektronik dan kipas ke tempatnya semula. Kunci dengan menggunakan baut, lalu kencangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah 10&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_0EzD28CyBpE/RsrtmcIRVsI/AAAAAAAAADU/XfYaGuyL670/s1600-h/psu10.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_0EzD28CyBpE/RsrtmcIRVsI/AAAAAAAAADU/XfYaGuyL670/s200/psu10.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5101150772592203458" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tutup case PSU dan kencangkan baut kecil di keempat sudutnya. Setelah selesai, pasang PSU ke case PC dan hubungkan kembali konektor power ke motherboard dan komponen lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang perlu diperhatikan, jika kamu awam tentang elektronika, jangan sekali-kali membuka PSU adapter. Lebih baik beli kipas baru dan dan minta tolong teknisi komputer. Pilih kipas baru yang memiliki ukuran fisik sama dengan kipas lama PSU. Samakan pula tegangan (V) dan arusnya (A).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : &lt;a href="http://www.e-smartschool.com/PNK/002/PNK0020014.asp"&gt;http://www.e-smartschool.com/PNK/002/PNK0020014.asp&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7163119078686342263-2096609847444091220?l=4yo3c4ntiq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://4yo3c4ntiq.blogspot.com/feeds/2096609847444091220/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7163119078686342263&amp;postID=2096609847444091220' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7163119078686342263/posts/default/2096609847444091220'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7163119078686342263/posts/default/2096609847444091220'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://4yo3c4ntiq.blogspot.com/2007/08/power-supply-unit.html' title='Power Supply Unit'/><author><name>Ayu Puspitasari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01202664393731627581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_0EzD28CyBpE/RsronsIRViI/AAAAAAAAACE/ogVcGXe56eI/s72-c/psu1.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7163119078686342263.post-5680612776790955346</id><published>2007-08-14T08:29:00.000-07:00</published><updated>2007-09-09T19:35:40.554-07:00</updated><title type='text'>UPS (Power Supply)</title><content type='html'>Uninterruptable Power Supply&lt;br /&gt;Apa itu UPS ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UPS adalah suatu alat yang berfungsi sebagai buffer antara power suplai dengan peralatan elektronik yang kita gunakan seperti komputer, printer, modem, dsb. Bila ada gangguan, atau dengan kata lain suplai daya terputus, maka UPS akan segera bekerja dalam waktu sesingkat mungkin sehingga peralatan elektronik yang kita miliki tidak mengalami kerusakan. Dalam hal ini UPS berfungsi sebagai suplai daya baru (backup dari suplai daya utama).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa kita harus memasang UPS ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering terjadi suplai daya PLN terputus secara tiba-tiba atau kualitas suplai daya tidak normal akibat tegangan lebih, tegangan kurang dan tegangan kedip yang disebabkan karena gangguan petir dsb. Alangkah ruginya kita, apabila data-data berharga hasil pekerjaan yang telah kita kerjakan di komputer hilang akibat suplai daya ke komputer tiba-tiba putus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.elektroindonesia.com/elektro/el03d.html"&gt;ELEKTRO INDONESIA, ELEKTRON, Uninterruptable Power Supply&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gambar 1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UPS bertindak untuk mencegah hal tersebut terjadi. Apabila telah terjadi kerusakan pada alat elektronik akibat terputusnya suppply daya atau data-data yang kita miliki hilang, maka UPS tidak dapat mengatasinya. UPS hanya bertanggung jawab agar peralatan elektronik tersebut tidak rusak atau sebelum data hilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebab utama menurunnya kualitas suplai daya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurunnya kualitas suplai daya sangat berpengaruh terhadap kelangsungan hidup peralatan elektronik yang disuplainya. Beberapa hal utama yang menyebabkan menurunnya kualitas suplai daya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Teganga lebih(Surja) impuls akibat petir. Tegangan lebih akibat petir biasanya terjadi dalam waktu beberapa mikro detik. Tegangan lebih ini biasanya dapat merusak perangkat keras (hardware) dari peralatan elektronik yang dikenainya. Seperti microchips, harddisk, monitor dsb.&lt;br /&gt;2. Tegangan lebih akibat switch. Biasanya terjadi akibat mesin listrik yang diputus dari suplai. Bila kejadian ini berlangsung lama dapat mengakibatkan kerusakan pada perangkat keras.&lt;br /&gt;3. Tegangan kedip sesaat akibat peralatan listrik berdaya besar baru dinyalakan. Tegangan kedip ini dapat menyebabkan komputer hang, salah pembacaan pada harddisk atau kerusakan fisik pada harddisk tersebut.&lt;br /&gt;4. Tegangan kurang, akibat PLN tidak mampu melayani beban puncak. Hal ini mengakibatkan peralatan kita dicatu dengan tegangan lebih rendah dari ratingnya. Hal ini sangat berbahaya bagi peralatan kita sangat sensitif terhadap perubahan tegangan.&lt;br /&gt;5. Black-Out&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini merupakan peristiwa putusnya tegangan PLN ke peralatan secara keseluruhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.elektroindonesia.com/elektro/el03d.html"&gt;ELEKTRO INDONESIA, ELEKTRON, Uninterruptable Power Supply&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gambar 2&lt;br /&gt;Komponen Utama UPS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komponen utama dari sebuah UPS adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Baterei&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis baterei yang digunakan adalah jenis lead-acid (tegangan nominal 2,0 V per sel) dan jenis nikel-cadmium (tegangan nominal 1,2 V per sel). Baterei ini mampu menjadi sumber tegangan cadangan selama 15-30 menit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Rectifier (penyearah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berfungsi untuk mengubah arus AC menjadi arus DC dari suplai daya untuk mengisi baterei.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Inverter&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berfungsi untuk mengubah arus DC dari bateri menjadi arus AC ke peralatan yang dilindungi oleh UPS.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.elektroindonesia.com/elektro/el03d.html"&gt;ELEKTRO INDONESIA, ELEKTRON, Uninterruptable Power Supply&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gambar 3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Macam UPS berdasarkan cara kerjanya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Line Interactive UPS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pada UPS jenis ini diberi tambahan alat AVR (automatic voltage regulator) yang berfungsi mengatur tegangan dari suplai daya ke peralatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. On-Line UPS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pada UPS jenis ini terdapat 1 rectifier dan 1 inverter yang terpisah. Hal ini lebih mahal apabila dibandingkan dengan dua jenis UPS lainnya. Dalam keadaan gangguan, suplai daya ke rectifier akan diblok sehingga akan ada arus DC dari baterei ke inverter yang kemudian diubah menjadi AC.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Off-Line UPS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UPS jenis ini merupakan UPS paling murah diantara jenis UPS yang lain. Karena rectifier dan inverter berada dalam satu unit. Dalam keadaan gangguan, switch akan berpindah sehingga suplai daya dari suplai utama terblok. Akibatnya akan mengalir arus DC dari baterei menuju inverter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber :&lt;a href="http://www.elektroindonesia.com/elektro/el03d.html"&gt; http://www.elektroindonesia.com/elektro/el03d.html&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7163119078686342263-5680612776790955346?l=4yo3c4ntiq.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://4yo3c4ntiq.blogspot.com/feeds/5680612776790955346/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7163119078686342263&amp;postID=5680612776790955346' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7163119078686342263/posts/default/5680612776790955346'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7163119078686342263/posts/default/5680612776790955346'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://4yo3c4ntiq.blogspot.com/2007/08/ups-power-supply.html' title='UPS (Power Supply)'/><author><name>Ayu Puspitasari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01202664393731627581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
